KETUA Bidang Penjurian Festival Film Indonesia (FFI) Budi Irawanto menuturkan alasan sutradara film animasi Jumbo, Ryan Adriandhy, masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik. Ryan bersanding dengan Joko Anwar, Mouly Surya, Timo Tjahjanto, dan Yandy Laurens.
Pilihan Editor: Jumbo Pastikan 1 Kemenangan FFI 2025 lewat Piala Antemas
Ryan Adriandhy Masuk Nominasi Sutradara Terbaik Lewat Diskusi
Budi mengatakan pembahasan memasukkan film Jumbo ke nominasi Film Cerita Panjang Terbaik yang baru tahun ini dilakukan hingga Sutradara Terbaik telah melewati diskusi dengan beberapa asosiasi perfilman di Indonesia. “Dari sisi penceritaan dan penyutradaraan sebenarnya sama, karena di film live action juga digerakkan oleh visi seorang sutradara,” katanya di Kompleks Kementerian Dasar dan Menengah, Jakarta pada Rabu, 12 November 2025.
Ia menuturkan, Festival Film Indonesia berupaya mengikuti perkembangan zaman dengan melihat elemen-elemen dari Jumbo dan tidak hanya masuk dalam kategori-kategori animasi. “Jadi elemen cerita, penyutradaraan, tata musik, kemudian tema, itu menurut dari proses diskusi kami dengan teman-teman dan asosiasi profesi itu bisa kami justifikasi,” tutur Budi.
Sebelumnya, aktris Christine Hakim merasa bingung saat Ryan Adriandhy masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik lewat film animasi Jumbo. Ia pun menyayangkan Reza Rahadian tak masuk nominasi itu melalui debut penyutradaraan di film Pangku.
Menurut Christine, penyutradaraan film animasi Jumbo termasuk disiplin ilmu yang berbeda dengan sutradara lainnya yang masuk nominasi Sutradara Terbaik. Hal itu kata dia, karena dalam film animasi sutradara tak perlu mengarahkan pemeran. Sebab itu, menurut Christine, Reza melalui Pangku layak masuk nominasi Sutradara Terbaik meski sama-sama debut penyutradaraan dengan Ryan.
Film Jumbo karya animator dan sutradara Ryan Adriandhy. Dok. Visinema Animation/Visinema Pictures.
Satu-satunya dari Film Animasi
Ryan jadi satu-satunya juri yang masuk nominasi Sutradara Terbaik lewat film animasi. Ia akan bersaing dengan empat sutradara lainnya yakni Joko Anwar lewat film Pengepungan di Bukit Duri, Mouly Surya untuk film Perang Kota, Timo Tjahjanto di film The Shadow Strays, dan Yandy Laurens untuk film Sore: Istri dari Masa Depan.
Jumbo juga masuk dalam nominasi Film Cerita Panjang Terbaik. Pada gelaran FFI sebelumnya, film animasi ditempatkan dalam kategori penghargaan khusus seperti nominasi Film Animasi Panjang Terbaik dan Film Animasi Pendek Terbaik. Ketua Komite FFI 2025 Ario Bayu sempat mendengar kabar film animasi tak sesuai dengan persyaratan FFI untuk dimasukkan ke dalam kategori Film Cerita Panjang Terbaik. Ia pun langsung menggelar rapat bersama ketua dan tim penjurian.
“Kalau saya pribadi, waktu itu kami melihat upaya FFI obyektifnya adalah untuk memberikan evolusi dan progres terhadap industri. Jadi harus selalu berkembang, dan saat ini film animasi juga luar biasa korelasinya,” katanya kepada Tempo melalui wawancara virtual pada Jumat, 12 September 2025.
Ario menuturkan aturan dan syarat yang menyatakan film animasi tak memenuhi untuk dinominasikan ke dalam Film Cerita Panjang Terbaik, sudah diubah dan sudah pantas masuk ke dalam nominasi. “Jadi ada beberapa kategori memang tidak bisa masuk. Tapi bisa masuk film terbaik, sutradara terbaik, ada penulisan naskah. Tapi akan bertambah nominasinya untuk film animasi karena ini sifatnya masih progres,” tuturnya.
Pilihan Editor: Animasi Dua Negara: Upin & Ipin hingga Jumbo


