Tuesday, December 16, 2025

KATSEYE Terima Ribuan Ancaman Pembunuhan dan Perundungan Online


KATSEYE, Group global yang tengah berada di pucak industri musik internasional, mengungkap sisi gelap di balik ketenaran mereka. Dalam wawancara terbaru bersama BBC yang dikutip People dan Allkpop, para anggota menceritakan bagaimana mereka menerima ribuan ancaman pembunuhan dan serangan bernuansa rasis sejak debut, menggambarkan tekanan berat yang harus mereka hadapi di tengah popularitasnya.

Pilihan Editor: Reaksi KATSEYE Usai Raih 2 Nominasi Grammy Awards 2026

Ribuan Ancaman dan Tekanan dari Dunia Maya untuk KATSEYE

Dalam percakapan yang emosional, anggota KATSEYE, Lara Raj, mengaku telah menerima lebih dari seribu ancaman pembunuhan di media sosial. “Jika seribu orang mengirimmu ancaman pembunuhan, itu sungguh mengguncang. Meski itu tidak akan terjadi, dan itu tidak berarti apa-apa, itu berat, dan mengagetkan” ujarnya, dikutip dari People.

Ancaman itu, kata mereka, bukan hanya tertuju pada para anggota, tetapi juga keluarga dan teman dekat. Sophia Laforteza menambahkan bahwa menjadi figur publik berarti hidup di bawah pengawasan tiada henti. “Kami tahu ini bagian dari pekerjaan kami, tapi kami juga manusia yang punya perasaan,” katanya.

BACA JUGA:  Venezia Gagal Raih Kemenangan, Tertahan di Zona Merah Liga Italia: Napoli Kokoh di Puncak

Bagi Laforteza dan rekan-rekannya di KATSEYE, menjaga jarak dari hiruk-pikuk dunia maya adalah bentuk perlindungan diri. “Kami belajar untuk melakukan apa yang kami inginkan, bekerja sekeras mungkin, menyadari bahwa kami baru saja melakukan sesuatu yang kami sukai, dan berusaha untuk tidak menjadikannya sebagai validasi atau alasan mengapa kami melakukan apa yang kami lakukan,” ujarnya.

Rasisme, Seksisme, dan Keberagaman yang Dibelah

Selain ancaman, KATSEYE juga menghadapi pelecehan dan rasisme. Lara Raj mengungkap bahwa ia pernah difitnah ke pihak imigrasi Amerika Serikat oleh orang tak dikenal. “Bahkan seseorang melaporkan saya ke ICE dan menuduh saya tinggal secara ilegal di negara ini,” ujarnya dikutip dari Allkpop.

Komentar bernada seksis pun kerap muncul, dari penilaian penampilan hingga performa mereka di atas panggung. “Kami dinilai dari wajah, cara menari, lalu diberi skor seperti angka. Itu terasa distopia,” ujar Lara. Akibat pelecehan yang terus datang tanpa henti, Lara dilaporkan menghapus akun media sosialnya.

Meski begitu, keenam anggota KATSEYE berusaha menjadikan latar belakang multikultural mereka sebagai kekuatan. “Kulit dan budaya kami adalah kekuatan kami,” ujar Lara menegaskan.
Kini, di tengah nominasi Grammy dan sorotan dunia, KATSEYE ingin penggemar memahami satu hal: di balik sorak sorai dan gemerlap panggung, mereka tetap manusia yang berjuang menghadapi badai kebencian dan serangan psikologis.

BACA JUGA:  Gowes Santai BP Batam - Polda Kepri, Pererat Silaturahmi dan Wujudkan Batam Sehat - batamstraits.com



Source link

Berita Lainnya

Berita Populer

spot_img