Monday, March 24, 2025

Polda Aceh Cari Bukti Pidana Ipda YF Paksa Pacar Aborsi: Kasus Terancam Berlanjut ke Ranah Pidana

MIMBARKEPRI.CO, Aceh – Direktorat Kriminal Umum Polda Aceh kini menangani kasus dugaan pemaksaan aborsi yang dilakukan oleh Ipda Yohanda Fajri (Ipda YF) terhadap pacarnya. Polisi mulai mencari bukti pidana kasus tersebut.

Kabid Propam Polda Aceh Kombes Pol Eddwi Kurniyanto mengatakan pihaknya serius menangani kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan akan menerapkan Pasal 348 KUHP tentang Aborsi dan UU Kesehatan Tahun 2023 Pasal 60 tentang aborsi, secara maksimal.

“Dalam proses pemeriksaan kode etik. Soal pembuktian apakah ada aborsi sudah kita koordinasikan dengan Ditkrimum untuk penanganannya dan pembuktian unsur pidananya,” kata Eddwi.

Kasus itu bermula saat Ipda Yohananda masih berstatus taruna Akpol dan masih dalam pendidikan, berpacaran dengan pramugari berinisial VF. Selama pacaran keduanya sering bertemu dan melakukan hubungan badan hingga VF hamil.

Saat mengetahui kehamilan VF, Ipda Yohananda meminta agar korban menggugurkan kandungannya. Ia beralasan hal itu demi karier dan tak bisa menikahi korban karena aturan di Akpol. Ia justru memaksanya untuk melakukan aborsi.

BACA JUGA:  Pemda Polman Janji Beri Motor Hadiah Bidan yang Sempat Ditarik Dealer: Rusmiati Bersyukur Hadiah Dapat Dibawa Pulang

Ia mencekoki korban dengan obat hingga tiga kali sehari, meskipun korban telah menolak. Akibatnya, korban mengalami keguguran.

Tak sampai disitu ternyata korban juga divonis sulit hamil akibat infeksi rahim, kista, dan komplikasi lain yang muncul setelah aborsi paksa. Hingga kini, ia masih menjalani terapi fisik dan mental, termasuk perawatan intensif dengan dokter kandungan untuk menangani infeksi rahim dan kista.

Sebelumnya, Eddwi mengatakan kasus itu sudah dimediasi antara kedua belah pihak. Keduanya bersepakat untuk berdamai karena kasus itu merupakan masalah internal. Namun, anggota Komisi III DPR RI dari fraksi NasDem, Rudianto Lallo, merasa janggal dengan upaya mediasi yang diinisiasi Polda Aceh. Ia menduga ada upaya untuk melindungi Ipda Yohananda Fajri agar tidak terjerat dalam kasus itu.

“Jangan-jangan kalau warga biasa melakukan aborsi atau menyuruh pacarnya atau istrinya karena dia bukan anggota Polri dia seketika masuk penjara misalkan,” katanya.

“Nah, jika anggota Polri yang melakukan di desain untuk kemudian terkesan melindungi. Maaf saya tidak setuju dengan itu,” ujarnya. (*)

BACA JUGA:  Jokowi Private Dinner Bareng Prabowo di Hutan Kota Plataran Senayan

Berita Lainnya

Stay Connected

0FansLike
3,893FollowersFollow
SubscribersSubscribe
spot_img

Berita Populer