Wednesday, December 17, 2025

Angelina Jolie Menang Pengadilan, Brad Pitt Wajib Ungkap Dokumen Terkait Tuduhan Kekerasan

MIMBARKEPRI.CO, Jakarta— Perseteruan panjang antara Angelina Jolie dan Brad Pitt terkait kepemilikan Château Miraval, kilang anggur mewah di Prancis, semakin memanas dengan munculnya tuduhan kekerasan dalam rumah tangga. Pada sidang yang digelar pada Senin, 25 November 2024, hakim memutuskan bahwa Brad Pitt harus menyerahkan dokumen-dokumen yang disebut oleh pengacara Jolie, Paul Murphy, sebagai bukti komunikasi terkait kekerasan, kebohongan kepada otoritas, dan upaya penutupan selama bertahun-tahun.

Murphy menyebutkan bahwa dokumen yang harus diungkapkan meliputi email, pesan teks, dan komunikasi tertulis lainnya yang menjadi bukti penting yang selama ini berusaha disembunyikan oleh Pitt. “Bukti-bukti yang diminta sangat penting dalam kasus ini, karena tindakan Pitt telah merugikan Angelina dan anak-anak mereka,” jelas Murphy.

Tuduhan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Dalam persidangan tersebut, Murphy menekankan bahwa tindakan Pitt telah merusak kehidupan Angelina dan anak-anak mereka, yang menjadi inti dari perkara ini. Meski demikian, Murphy juga menegaskan bahwa Jolie tidak pernah menginginkan konflik hukum ini. “Angelina tidak pernah menginginkan semua ini. Dia bahkan tidak melaporkan Pitt secara hukum, meninggalkan semua properti mereka, dan mencoba untuk menjual bisnis tersebut terlebih dahulu,” ujar Murphy, menambahkan bahwa hingga saat ini Pitt belum pernah dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

BACA JUGA:  Gempa M 4,7 Guncang Kabupaten Bener Meriah Aceh

Tuduhan kekerasan terhadap Brad Pitt bukanlah hal baru. Isu ini mencuat pertama kali setelah insiden pada 14 September 2016, ketika Pitt diduga bertindak kasar dan mabuk di hadapan anak-anak mereka selama penerbangan. Meskipun pihak berwenang melakukan penyelidikan dan membebaskan Pitt dari tuduhan tersebut, tim hukum Jolie mengklaim bahwa kekerasan fisik terhadap Jolie sudah terjadi jauh sebelum kejadian di pesawat tersebut.

Polemik Penjualan dan Tuduhan Manipulasi

Konflik bisnis antara keduanya dimulai pada 2022, ketika Jolie menjual setengah sahamnya di Château Miraval kepada Tenute del Mondo, cabang dari Stoli Group. Pitt menuduh Jolie melanggar perjanjian yang mengharuskan persetujuan bersama sebelum transaksi dilakukan.

Sumber yang dekat dengan Pitt sebelumnya menyatakan bahwa keputusan pengadilan yang mendukung klaimnya merupakan kemenangan besar, yang menunjukkan bahwa argumennya sah dan tidak ada substansi dalam klaim pihak lawan. Namun, Jolie membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa ia sudah menawarkan untuk menjual kembali sahamnya kepada Pitt, namun syarat perjanjian non-disclosure agreement (NDA) yang diajukan Pitt terlalu luas, termasuk kewajiban untuk tetap diam mengenai dugaan kekerasan.

BACA JUGA:  24 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik di Medan Satria Bekasi Belum Padam Total

“Kami tidak terkejut jika Pitt takut menyerahkan dokumen yang dapat membuktikan hal tersebut,” kata Paul Murphy. Di sisi lain, tim hukum Pitt menilai bahwa Jolie berusaha memanfaatkan dokumen-dokumen tersebut untuk mengalihkan sengketa bisnis menjadi perdebatan ulang terkait perceraian mereka.

Proses Perceraian yang Berlarut

Proses perceraian Jolie dan Pitt yang panjang dimulai pada 2016 setelah insiden di pesawat pribadi, yang melibatkan tuduhan kekerasan terhadap Jolie dan anak-anak mereka. Meski tidak ada dakwaan resmi yang diajukan kepada Pitt setelah penyelidikan, klaim tentang kekerasan fisik terhadap Jolie sudah ada jauh sebelum kejadian tersebut. (*)

Berita Lainnya

Berita Populer

spot_img