30.4 C
New York
Sabtu, Juni 25, 2022

Buy now

Beda Strategi, Indonesia dan Singapura Dalam Antisipasi Covid Varian Omicron

MIIMBARKEPRI.CO – Belum selesai Covid-19 melanda, dunia kini kembali digemparkan dengan virus corona varian baru yang disebut B.1.1.529 atau varian Omicron.

Puluhan negara, termasuk Indonesia dan Singapura, segera menerapkan berbagai kebijakan pembatasan guna mencegah penyebaran varian baru yang pertama kali teridentifikasi di Botswana itu.

Saat ini, RI dan Singapura juga belum mendeteksi kemunculan varian Omicron di negara masing-masing.

Indonesia

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI segera menerapkan larangan masuk bagi pendatang dari delapan negara Afrika pada Minggu (28/11). Delapan negara itu di antaranya Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria.

Pemerintah RI juga menyetip sementara pemberian visa tinggal terbatas bagi warga 8 negara tersebut. Namun, kebijakan itu tak berlaku bagi delegasi negara G20 yang akan datang ke Indonesia.

Pemerintah juga memperpanjang masa karantina orang dari luar negeri menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aturan itu berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA). Aturan berlaku sejak Senin (29/11).

Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga menyatakan menerapkan pembatasan perjalanan darat bagi WNI dan TKI yang akan pulang ke Indonesia dengan mengurangi jumlah gerbang masuk ke Indonesia.

Sementara itu, pelaku perjalanan TKI juga harus melakukan empat tahap pemeriksaan sebelum pulang. Pertama, tes rapid antigen. Kedua, pengecekan dokumen, identitas diri, dan barang bawaan (CIQ) pelaku perjalanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga, penentuan tempat karantina yang dibutuhkan. Keempat, melakukan tes RT-PCR satu hari setelah pelaku perjalanan internasional tiba di lokasi karantina.

Singapura

Singapura menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang ikut memperketat perbatasan mereka untuk menghadapi varian Omicron.

Sama seperti Indonesia, Singapura melarang pendatang dari tujuh negara di Afrika masuk ke negara itu sejak Sabtu (27/11).

Aturan tersebut berlaku bagi pendatang asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namina, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Mereka yang berasal atau memiliki riwayat perjalanan dari tujuh negara itu tak akan diizinkan masuk bahkan transit melalui Singapura.

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan aturan pembatasan baru itu akan berlangsung selama satu bulan. Pihak berwenang juga akan terus memantau dan memperpanjang kebijakan itu jika perlu.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung juga mengatakan fasilitas kesehatan Singapura mulai menyiapkan antisipasi menangani pasien Covid-19 varian Omicron.

Ong mengatakan suspek Covid-19 varian Omicron di Singapura tak boleh dirawat di rumah. Mereka akan diisolasi di Pusat Nasional Singapura untuk Penyakit Menular (NCID) sampai dokter yakin bahwa mereka tak lagi menularkan virus.

Mengutip Strait Times, para suspek harus menjalani pengujian berulang untuk memastikan kemampuan penularan virus tadi.

Selain itu, pelacakan total juga akan dilakukan bagi orang-orang yang terdeteksi kasus Omicron. Orang-orang yang melakukan kontak erat dengan suspek varian Omicron harus menjalani karantina selama sepuluh hari di fasilitas khusus.

Pemerintah Singapura juga akan melakukan tes PCR di awal dan akhir karantina pada kelompok tadi. Tes ini juga akan difokuskan untuk mendeteksi varian Omicron dengan cara sekuensi genetik.

Ong juga menyampaikan teknologi baru untuk PCR yang dapat menunjukkan kemungkinan seseorang terinfeksi varian Omicron. Teknologi ini dibuat oleh Firma Bioteknologi ThermoFisher.

Teknologi baru ini akan diprioritaskan untuk digunakan oleh turis, kata Ong. Ia juga menyampaikan masyarakat dapat berpikir Singapura kini memiliki dua virus yang berbeda.

Langkah antisipasi ini dibuat Singapura tak lama setelah mendapat kabar bahwa dua orang yang datang dari Afrika Selatan dinyatakan positif mengidap varian Omicron setelah menjalani tes di Sydney, Australia.

Kedua orang ini disebut sempat transit di Bandara Changi, Singapura. Kejadian itu pun membuat kemungkinan keberadaan varian Omicron di negara itu meningkat.

Sumber: CNN

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,365PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles